Kemenag Gelar Muker Ulama Alquran

Kemas Irawan Nurrachman, Okezone · Jum'at 17 Mei 2013 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2013 05 17 337 808487 miD16mge8B.jpg Ilustrasi Alquran

JAKARTA - Kementrian Agama (Kemenag) akan menggelar Musyawarah Kerja (Muker) Alquran yang akan digelar di Serang, Banten, selama empat hari sejak 21-24 Mei. Acara ini akan diikuti sejumlah para ulama, akademisi, dan pemerhati kajian tafsir dan ilmu Alquran.

Acara yang akan dibuka Menteri Agama Suryadharma Ali itu, akan mengambil tema “Alquran di Era Global: Antara Teks dan Realitas”. Dalam rilis yang diterima Okezone, ada beberapa pokok pikiran alasan digelarnya Muker tersebut:

Pertama, semangat dan kesadaran untuk terus berupaya mendialogkan dan mendekatkan pemahaman Alquran dengan dinamika masyarakat. Kedua, semangat untuk menyosialisasikan dan mendapatkan masukan atas produk hasil kajian

Tafsir Tematik dan Tafsir Ilmi yang dihasilkan Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

“Ketiga, semangat untuk membahas berbagai persoalan aktual yang terkait dengan tafsir Alquran, serta menggali ide-ide dan topik-topik kontemporer bagi pengkajian di masa yang akan datang,” tulis Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenag, Zubaidi, Jumat (17/5/2013).

Agar Muker lebih berkualitas, Kemenag mengundang sejumlah nara sumber berkualitas di antaranya: Prof Dr Ir H Muhammad Nuh (Mendikbud RI); Prof Dr H Nasaruddin Umar, MA (Wakil Menag RI); Dr KH Ali Mustafa Yaqub, MA (Pengasuh Pesantren Luhur Darussunnah/Imam Besar Masjid Istiqlal).

Selain itu Dr H Muchlis M Hanafi MA (Kabid Pengkajian Al-Qur'an LPMA); Prof Dr Phil H Nurcholis Setiawan (Guru Besar Tafsir UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta); Prof Dr H Umar Anggara Jenie, Apt, M.Sc (Guru Besar UGM Yogyakarta); dan Prof Dr

H M Quraish Shihab (Direktur Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta).

Selain itu, Muker Ulama Alquran ini juga akan mendiskusikan dua puluh hasil kajian dan penelitian tentang Alquran dari para akademisi dan peneliti yang dijaring melalui Call for Papers.

Adapun tema diskusi itu terkait tiga hal yakni upaya Tafsir Alquran Indonesia Menjawab Tantangan Zaman, pembelajaran Alquran di Tengah Masyarakat Indonesia, dan Mushaf Alquran: Rasm, Qiraat, dan Sejarah Penyalinan dan Pencetakannya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini