Share

Ajaran Bung Karno Masih Relevan dengan Kehidupan Saat Ini

Kemas Irawan Nurrachman, Okezone · Kamis 25 April 2013 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2013 04 25 337 797624 X1KkfBL4uG.jpg

JAKARTA- Saat ini, ajaran Trisakti yang dipopulerkan Bung Karno dinilai masih relevan untuk dihidupkan kembali. Berbagai problem muncul di tengah masyarakat bahkan ada kemunduran di bidang ekonomi, politik, dan pendidikan.

Hal ini disampaikan Zulvan Lindan saat deklarasi ormas GMP Bung Karno (Gerakan Masyarakat Penerus Bung Karno) di Jakarta, Kamis (25/4/2013).

GMP Bung Karno dimotori sejumlah aktivis muda pergerakan seperti Haris Moti, Kisman Latumakulita, Despen Ompusunggu. Deklarasi itu juga dihadiri politisi senior AM Fatwa dan seniman Pong Harjatmo.

"Perjalanan republik iniย  antara lain dilandasi semangat ideologi Bung Karno. Ketika kita berusaha meninggalkan semangat yang ditegaskan pendiri republik, maka kita akan tertinggal jauh. China misalnya semangat ideologi Mao Tse Tung. Presiden Iran Ahmadinejad dan mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez bangga dengan pemikiran Bung Karno bahkan Mahathir Muhammad menyebut dirinya BK kecil," papar Zulvan Lindan, Ketua Umum GMP Bung Karno.

Zulvan menjelaskan alasan penggunaan nama Bung Karno. "Kenapa kami tidak mengajak keluarga Bung Karno dalam deklarasi ini, karena Bung Karno bukan milik keluarga saja tapi milik bangsa. Ini bukan basa-basi tapi dalam konteks membangun bangsa," tegasnya.

Dia menyebut untuk membangun negeri ini perlu parpol dan ormas yang kuat dan membangun pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Haris Moti menyampaikan keprihatinannya atas berbagai fakta saat ini, di mana pihak asing menguasai areal tanah untuk migas dan perkebunan. Eksplorasi migas dikuasai oleh Freeport dan Newmont.

"Kalau kita tidak bertindak maka kita akan menjadi asing di negeri sendiri," kata Haris.

Menurut Haris, semua tahu pikiran BK tapi tidak semua bisa menjalankan ajarannya itu. "Banyak yang menyebut harta karun BK di beberapa tempat. Bagi saya harta karun itu justru ajaran Trisakti Bung Karno. Kita bukan mau membesarkan namanya tapi menghidupkan pandangan-pandangannya," tambahnya.

Despen Ompusungu menambahkan, GMP Bung Karno akan ikut menjadi motor perubahan mengembalikan kedaulatan bangsa.

"Ada kekeliruan kolektif dalam mengelola bangsa ini. Semangat ajaran Bung Karno sudah hilang. Bangsa ini terjerembab dalam berbagai bencana. Kita seperti kuli di negeri sendiri bahkan berbagai kekayaan alam kita dikuasai asing," ucap Despen.

Despen mengakui bahwa gerakan kembali ke ajaran Trisakti bukanlah hal yang mudah dilakukan. Namun, menurutnya, saatnya kaum muda bangkit kembali.

AM Fatwa dalam kesempatan itu menyampaikan alasannya ikut dalam organisasi itu. "Saya ikut mendukung ormas ini dan akan ikut dalam berbagai kegiatannya. Ajaran Bung Karno menjadi isu penting dan relevan dengan kondisi saat ini. Kita sadari tujuan arah pembangunan bangsa sudah menjadi abu-abu," papar Fatwa.

Sementara itu, Pembina GMP Bung Karno, Teddy Setiawan mengatakan ada keinginan membawa ajaran BK dalam menuju negara Indonesia yang kuat. "Kita tahu Bung Karno mengidamkan Nusantara yang menjadi idaman bagi seluruh anak bangsa," ucap Teddy.

Sebagai langkah awal, deklarator GMP Bung Karno dalam waktu dekat merencanakan perjalanan ke Blitar untuk ziarah ke makam Bung Karno. Agenda lainnya, awal Juni mereka juga akan mengadakan acara dalam rangka memperingati haul Bung Karno.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini