Share

Sudi Silalahi: Mahfud MD Tak Pantas Umbar Dugaan

Misbahol Munir, Okezone · Senin 12 November 2012 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 12 337 717204 n2uljUwIIj.jpg Sudi Silalahi Foto: (dok okezone)

JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menduga istana tengah dikelilingi mafia yang berusaha melepaskan para gembong narkoba itu.

 

Menanggapi hal itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi mengatakan bahwa keterangan Mahfud kepada publik sangatlah tidak pantas. Selayaknya, kata Sudi, dugaan itu tidak usah diumbar ke masyarakat melainkan justru dilaporkan kepada pihak istana.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

 

"Ya sudahlah ya begini. Namanya dugaan, dugaan diumbar itu pantas tidak. Seorang ahli hukum, profesor, masalah dugaan itu diumbar ke pers. Kalau ada beritahulah baik-baik. Kalau ada siapa kira-kira, kita ambil, kita tindak. Saya pun kalau salah siap diambil tindakan kok," kata Sudi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2012).

 

Meski demikian, Sudi enggan mempolisikan Mahfud MD. "Ndak usahlah," jelas dia.

 

Bahkan, saat ditanya apakah tudingan Mahfud termasuk pencermarkan nama baik istana, Sudi pun enggan memberikan koementar. "Ndak usahlah, udahlah. Enggak ada gunanya," imbuhnya.

 

Sudi juga membantah bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan dengan Mahfud terkait tudingan itu. "Enggak, nggak ada. Untuk apa, ya kalau mau sibuk koar-koar silakanlah," kilahnya.

 

Sudi juga mengatakan bahwa lingkaran istana terbersih dari mafia. "Saya pertanggungjawabkan enggak ada mafia di Istana. Kalau ada tunjukkan," jelas dia.

 

Dia menjelaskan bahwa pemberian grasi terhadap gembong narkoba melalui proses panjang dan ketat. "Prosesnya panjang, itu sudah panjang ya, pertimbangannya, dan proses akhir dipimpin langsung oleh Presiden untuk rapatnya mengundang yang terkait, misalnya Menteri Hukum dan HAM, Mekopolhukkam, Keposian, itu diundang," kata dia.

 

Bagi dia, pemberian grasi itu sudah jelas dan tidak ada pemberian grasi yang melalui para mafia. "Jadi itu sudah clear," tambah dia.

 

Sementara saat ditanya perihal pembatalan pemberian grasi terhadap terpidana narkoba Meirika Franola atau Ola masih dalam tahap pertimbangan. "Ya kita lihat dulu, apakah nanti hukumannya diperberat atau dicabut nanti kan pertimbangan-pertimbangan juga. Semua sistem yang bekerja," pungkasnya.

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini