Share

Dikritik Mahfud MD, Istana Harus Introspeksi

Susi Fatimah, Okezone · Senin 12 November 2012 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 12 337 716907 ne0RYn1xRM.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Jakarta, Gun Gun Heryanto menilai pernyataan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) terkait adanya dugaan lingkaran Istana Kepresidenan disusupi oleh mafia narkoba merupakan suatu hal yang wajar.

 

"Saya kira memang substansi kritik Pak Mahfud bisa kita pahami dalam konteks sebuah analisa dan sebagai orang hukum tentu Mahfud juga punya panggilan jiwa untuk mempertanyakan itu sebagaiman halnya banyak orang bertanya soal itu," ujar Gun Gun kepada Okezone, Minggu (11/11/2012).

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

 

Gun Gun mengatakan seharusnya pihak Istana tak perlu kebakaran jenggot menanggapi pernyataan Mahfud tersebut, namun sebaliknya menanggapi kritik Mahfud secara proporsional. "Kan bisa undang Pak Mahfud untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan pernyataannya itu, lantas introspeksi soal keputusan pemberian grasi oleh presiden itu," tuturnya.

 

Jika Mahfud dianggap tidak etis atau berlebihan dalam

 

mengomentari mafia narkoba ini, sambungnya, pihak Istana dapat menyampaikan surat keberatan tertulis ke yang bersangkutan dan meminta penjelasan dari pernyataanya tersebut. Hal ini dinilai efektif ketimbang ribut dihadapan media.

 

"Buat hal ini lebih clear tanpa menyedot energi Istana ke dalam kubangan polemik berlebihan," kata dosen Komunikasi Politik ini.

 

Lebih lanjut Gun Gun mengatakan jika ternyata pernyataan Mahfud keliru, pihak Istana bisa meminta Mahfud untuk mengeluarkan pernyataan di media guna meluruskan apa yang dimaksud olehnya tentang mafia narkoba masuk ke dalam Istana itu.

 

Seperti diberitakan, Mahfud menduga ada mafia yang membuat terpidana kasus narkoba, Mairika Franola alias Ola, berhasil mendapatkan grasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

 

"Saya menduga memang yang memberi pertimbangan pada presiden ini, mungkin ada mafianya juga yang melalui pintu-pintu tertentu sehingga bisa meyakinkan orang-orang presiden bahwa ini harus diberi grasi," kata Mahfud di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 8 November 2012.

 

Pihak Istana meradang mendengar ucapan Mahfud. "Saya sangat keberatan dan terhina dengan kata-kata Mahfud MD, Ketua MK yang menuduh mafia narkoba sudah masuk ke lingkaran Istana. Suatu tuduhan yang sangat keji saya kira, dan ini mencemarkan nama dan lembaga kepresidenan," kata Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi, di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Jumat, 9 November 2012.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini