AS Dukung PMI Lakukan Rekonsiliasi di Myanmar

Lamtiur Kristin Natalia Malau, Okezone · Senin 10 September 2012 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 10 337 687804 jIz4bHyakz.jpg Foto: Yadi Jentak/Staf Pribadi JK

NAY PYI TAW - Palang Merah Indonesia (PMI) mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan sejumlah negara lain yang berminat menyalurkan bantuan terhadap rekonstruksi fisik dan rekonsiliasi sosial terhadap korban pertikaian antar etnis Rakhine dan Rohingya di Myanmar, yang telah menelan korban puluhan jiwa meninggal dunia.

 

Demikian terungkap dalam pertemuan singkat antara mantan Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Myanmar Derek J Mitchell dan Direktur Misi Bantuan Amerika Serikat untuk Myanmar Desaix Myers di Hotel Thingawa Nay Pyi Taw, Myanmar, Senin (10/9/2012).

 

Baik Derek J Mitchell maupun Desaix Myers sama-sama menyatakan ingin menjadi bagian dari proses penyelesaian konflik etnik di Myanmar. Mereka berencana menyalurkan bantuan melalui Palang Merah Indonesia yang kebetulan diketuai oleh Jusuf Kalla.

 

Seperti tertulis dalam keterangan pers yang diterima Okezone , Jusuf Kalla menghargai tawaran dan kepercayaan dari Amerika Serikat dan negara-negara lain dalam kerangka membangun kesejahteraan dan keadilan. Sejauh ini, sejumlah negara yang tergabung Organisasi Kerjasama Negara-negara Islam (OKI), serta beberapa negara Eropa menyatakan siap membantu rehabilitasi fisik permukiman para pengungsi.

 

JK juga berjanji berupaya mendorong bantuan-bantuan tersebut kelak memberi efek terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menilai, akar konflik di banyak tempat lebih disebabkan oleh faktor keterbatasan akses ekonomi dan ketidakadilan. “Bahwa kemudian melebar pada unsur etnik, itu hanyalah pemicu sematam demi menggalang solidaritas,” katanya.

 

Pertemuan tersebut langsung dilanjutkan dengan forum berbagi pengalaman proses perdamaian dari delegasi Indonesia dan delegasi Filipina di Hotel Royal di kota yang sama. Pertemuan lanjutan di dihadiri Wakil Ketua Kelompok Kerja Upaya Perdamaian Myanmar U Aung Min. Pada prinsipnya, pemerintah Myanmar menghargai masukan dari Indonesia dan ingin menyelesaikan konflik yang selama ini melibatkan 11 etnik di negara tersebut, termasuk Rohingya dan Rakhine.

 

“Pengalaman Indonesia menuntaskan konflik Ambon, Poso, dan Aceh, menjadi insipirasi bagi kami,” ujar U Aung Min.

(lam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini