Myanmar Pernah Belajar Atasi Konflik ke Indonesia

Tegar Arief Fadly, Okezone · Sabtu 04 Agustus 2012 20:58 WIB
https: img.okezone.com content 2012 08 04 337 673316 nhvczebTDM.jpg Ilustrasi (Foto: dok Okezone)

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan bahwa beberapa bulan lalu pemerintah Myanmar sempat mendatangi Indonesia untuk melakukan pembelajaran terkait dengan penanganan konflik, termasuk penanganan masalah Hak Asasi Manusia (HAM).  

 

"Pada Maret Myanmar kirimkan tim ke Indonesia. Mereka terdiri Komnas HAM Myanmar, dan Komisi HAM Perempuan dan Anak Myanmar," kata SBY saat berpidato di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8/2012).

 

Indonesia dipilih sebagai negara tujuan karena di Indonesia sangat rentan dan sering terjadi konflik, terutama yang disebabkan oleh faktor SARA sehingga berujung pada pelanggaran HAM, terlebih pada zaman Orde Baru.

 

Hal ini dirasa sangat tepat, mengingat Myanmar sendiri juga tengah dilanda konflik etnis berkepanjangan yang memakan puluhan korban jiwa.

 

"Mereka datang untuk laksanakan studi banding, dapat pengalaman Indonesia dalam melindungi dan proteksi HAM, termasuk perempuan dan anak, dan pengalaman dalam laksanakan resolusi konflik komunal, mengingat mereka alami dan sedang atasi konflik komunal," jelas SBY.

 

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah Myanmar memfokuskan untuk belajar dari Indonesia terkait kerusuhan Mei 1998 (reformasi). Pada kesempatan tersebut, pemerintah Myanmar juga turut menyertakan perwakilan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan beberapa perwakilan dari kedutaan besar negara sahabat.

 

"Myanmar juga undang PBB dan sejumlah orang di bawah PBB dan korps diplomatik di Myanmar untuk tinjau dan datang langsung ke tempat kerusuhan Mei-Juni. Dalam kunjungan, Dubes Indonesia ikut juga sejumlah Dubes dan Wadubes Pakistan, Kuwait, Saudi, dan negara Islam lain. Apa yang dilakukan Myanmar untuk selsaikan konflikk Rohingya-Rakhai," tutup SBY.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini