Ini Jumlah Korban Kekerasan Rohingya Versi SBY

Tegar Arief Fadly, Okezone · Sabtu 04 Agustus 2012 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2012 08 04 337 673315 OVUTfR5RgS.jpg Ilustrasi (Foto: dok Okezone)

JAKARTA - Banyaknya korban yang berjatuhan dalam konflik antar etnis yang terjadi di Myanmar beberapa waktu lalu dianggap sebagai suatu peristiwa genosida atau pembantaian massal terhadap suatu kelompok tertentu.  

 

Namun pandangan yang mengatakan seperti itu disangkal oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

 

"Sejauh ini tak ada indikasi genosida," kata Presiden SBY saat menyampaikan pidato kenegaraan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8/2012.

 

Selain itu, SBY juga menyayangkan kabar yang berkembang selama ini terkait jumlah korban yang tewas dalam konflik tersebut. Dimana telah dikabarkan bahwa jumlah korban jiwa mencapai ribuan.

 

"77 orang meninggal, bukan seperti diberitakan, ribuan orang. 109 orang luka, 5000 rumah rusak atau terbakar, 17 masjid rusak, 15 monastries rusak. Tercatat pengungsi Rohingya dari 28.000 di tempat pengungsian, meningkat jadi 53.000. pengungsi Rakhai 24.000," paparnya.

 

SBY menambahkan, terdapat kecemburuan penanganan korban dari kedua belah pihak. Masing-masing kelompok yang bertikai menganggap bahwa pihaknya diperlakukan secara tidak adil oleh pemerintah setempat maupun oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

 

"Memang ada penilaian bahwa penanganan pengungsi Rakhai oleh pemerintah Myanmar dinilai lebih baik. Tetapi sebaliknya, atensi etnis Rohingya oleh PBB, oleh etnis Rakhai, dianggap lebih baik. Ada kecemburuan penanganan kedua komunitas itu," terangnya.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini