DPR Kirim Utusan ke Myanmar

Misbahol Munir, Okezone · Kamis 02 Agustus 2012 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2012 08 02 337 672434 SsnAOBMF6G.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Komisi I DPR akan mengirimkan delegasi ke Myanmar pada September mendatang untuk membicarakan perihal kekerasan terhadap Muslim suku Rohingya di Myanmar. Pihaknya juga akan menindaklanjuti perihal keputusan OKI terkait kasus kekerasan Rohingya itu.

 

"Komisi kita berencana september setelah masa reses kita juga akan mengirim delegasi, sama kita juga akan membahas dalam konteks bilateral maupun ASEAN, termasuk kita akan mendorong tindak lanjut dari rekomendasi OKI yang nanti akan dihasilkan pada 5-6 Agustus ini," ungkap Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/8/2012).

 

Lanjut Mahfudz, dalam kunjungan itu DPR akan meminta pemerintah Myanmar untuk membuka ruang kebijakan politik bagi suku Rohingya dan menerima sebagai warga negara Myanmar.

 

"Yang kunjungan satu adalah yang kita angkat perlunya pemerintah Myanmar membuka kebijakan politik untuk menerima Ronghiya yang di Myanmar itu sebagai warga negara Myanmar," imbuhnya.

 

Hal itulah yang akan didorong Komisi I DPR terhadap Myanmar untuk menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya itu. Apalagi suku Rohingya sudah dua generasi menempati daerah tersebut.

 

"Dengan mempertimbangkan mereka sudah puluhan tahun di sana, sudah hampir 70 tahun kan. Dan yang kedua mereka juga hampir dua generasi, dan hampir seratus juta orang. Dan sebagai bagian dari komitmen kita terhadap kemanusiaan, ini yang mau kita dorong," jelas dia.

 

Dengan demikian, kata Wasekjen PKS itu, jika ruang kebijakan politik sudah dibuka maka kekerasan serta pengakuan terhadap Muslim suku Rohingya lambat laun akan berakhir.

 

"Yang kedua adalah, impilaksi dari dibukanya kebijakan politk mereka sebagai warga Myanmar, maka segala kebijakan diskriminasi terhadap mereka dengan mereka bisa hidup layak dan bisa berintegrasi, sehingga kisah panjang penderitaan konflik ini bisa diakhiri," tukas dia.

(lam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini