Pembantaian Rohingya Berbuntut Isu Penutupan Vihara di Aceh

Aulia Akbar, Okezone · Rabu 01 Agustus 2012 18:44 WIB
https: img.okezone.com content 2012 08 01 337 671907

JAKARTA - Insiden pembantaian Muslim Rohingya di Negara Bagian Arakan, Myanmar, membawa dampak buruk di Indonesia khususnya di Provinsi Aceh. Pemerintah setempat di Aceh dikabarkan memerintahkan penutupan vihara yang ada di provinsi itu.

 

"Memang selama tiga hari terakhir ini gencar di Facebook dan situs-situs lainnya yaitu imbauan Pemerintah Aceh untuk menutup vihara," ujar seorang Pandita Budha Romo Sumedho di kantor PBNU, Jakarta (1/8/2012).

 

"Mungkin ini isu tapi kita harus tanggap, jangan sampai ini berkembang jadi tindakan yang merugikan kita semua," tambahnya.

 

Sumedho menambahkan, dirinya akan mengunjungi Kedutaan Besar Myanmar untuk menyuarakan kekhawatirannya atas isu ini. Selain itu, pandita Budha itu pun mengingatkan bahwa dalam rohingya, ada yang beragama Budha, namun mereka kurang disorot.

 

Insiden pembantaian yang terjadi di wilayah Rakhine, -tempat Muslim Rohingya bermukim- dipicu laporan perkosaan yang dialami oleh tiga orang etnis Rakhine yang beragama Budha. Etnis Rakhine pun mengamuk dan menuduh ketiga perempuan itu diperkosa oleh Muslim Rohingya.

 

10 orang juru dakwah Muslim Rohingya langsung dibantai oleh etnis Rakhine sebagai aksi balas dendam. Aksi balas dendam ini pun merembet pada kerusuhan yang berujung pada pembantaian banyak Muslim Rohingya lainnya.

 

Selama ini, Muslim Rohingya memang mengalami diskriminasi di Myanmar. Pemerintah Myanmar tidak pernah mengakui status kewarganegaraan Muslim Rohingya. Presiden Myanmar Thein Sein pun lebih memilih Muslim Rohingya dideportasi atau dipindahkan ke tempat penampungan.

(lam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini