Pengangkatan Carateker Bupati Puncak Jaya Diduga Dimanipulasi

Fiddy Anggriawan , Okezone · Kamis 26 April 2012 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 26 337 619156 sK12J1BmxN.bmp Peta Papua

JAKARTA - Koordinator Forum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Puncak, Papua, Zakeus Wakerwa menduga ada manipulasi dalam pengangkatan carateker Bupati Puncak Papua, James Willem Maniagasi.

Dalam surat pengangkatan oleh Gubernur Papua, James ditulis tetap menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Sekda Kabupaten Puncak Jaya. Padahal sudah dipindahkan menjadi Staf Sekda Kabupaten Puncak Jaya.

Tindakan Gubernur Papua inilah yang dinilai sewenang-wenang dan telah melanggar prosedur, mekanisme dan peraturan perundang-undangan.

"Pengangkatan James Willem sungguh tidak masuk akal dan menabrak pasal 3 dan 4 PP No. 32 Tahun 1979. Pasal 4 ayat 1 menegaskan, batas usia pensiun sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 3 dapat diperpanjang lagi bagi PNS yang memangku jabatan tertentu. Faktanya, James selain tidak lagi menduduki jabatan eselon dua, dia juga memasuki usia pensiun," jelas Zakeus di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Kamis (26/4/2012).

Sementara itu, Sekretaris Forum PNS Peduli Kabupaten Puncak, Aponi Kilungga berkeyakinan Menteri Dalam Negeri Fauzi Gamawan, tidak mengetahui praktek manipulasi yang dilakukan Gubernur Papua dan beberapa oknum.

"Padahal, pengajuan pengangkatan James pernah ditolak Kemendagri. Namun, tak lama kemudian diajukan kembali setelah persyaratannya dimanipulasi," lanjutnya.

Aponi khawatir, pengangkatan James Willen dapat memperuncing masalah-masalah yang sudah ada di Kabupaten Puncak. Oleh karena itu, dia meminta agar Mendagri membatalkan pengangkatan James. Jika tidak maka pihaknya akan menggugat ke PTUN.

"Surat keberatan kami ini juga ditembuskan ke Menteri PAN, Menkum dan HAM, Komisi II DPR, dan Badan Kepegawaian Negara," tegasnya.

Direktur President Watch, Abubakar Refra pada kesempatan yang sama, meminta Kemendagri untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pejabat Gubernur Papua dan sejumlah pejabat dalam lingkup pemerintah daerah Papua.

(trk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini