Seks Bebas Marak, Pendidikan Seks Akan Dikurikulumkan?

Anton Suhartono, Okezone · Jum'at 02 Maret 2012 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2012 03 02 337 585693 KWNuU9j4Vu.jpg Ilustrasi mesum (Foto: Agung/okezone)

MAKASSAR - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBK) mengupayakan pendidikan soal bahaya seks pranikah masuk dalam kurikulum pendidikan sekolah.

Kurikulum pendidikan seks merupakan salah satu opsi yang ditawarkan BKKBN dengan tujuan mengantisipasi perilaku seks bebas di kalangan pelajar.

"Bapak Kepala BKKBN sudah menandatangani Mou dengan Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan soal itu, tinggal implementasinya saja," ujar Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Sudibyo Alimoeso di sela acara Sosialisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang KB untuk kawasan Indonesia timur di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/3/2012).

Nantinya bentuk pelajaran yang akan diterima, para siswa tidak hanya soal kesehatan reproduksi namun di dalamnya juga terkait masalah-masalah kependudukan. "Nanti nama pelajarannya mungkin pendidikan kependudukan," sebutnya.

Sudibyo mengaku, pihaknya bersama Kemendikbud masih menghadapi kendala untuk menerapkan kurikulum ini dalam waktu dekat. Selain kurikulumnya masih digodok, pelajaran yang diterima para siswa tingkat lanjutan saat ini sudah padat.

"Memang jika ditambah lagi beban pelajaran, anak-anak akan semakin berat. Ini yang sedang kita cari solusinya," ungkapnya.

Meski demikian, pendidikan kesehatan reproduksi sudah berjalan dengan disisipkan ke mata pelajaran lain. "Minimal itu yang saat ini bisa dilakukan sambil menunggu versi pelajarannya bisa masuk kurikulum," katanya.

Selain itu BKKBN juga sudah mengadakan program-program ekstra kurikulum berbentuk konseling kepada kalangan pelajar. Dari program ini diharapkan para remaja, khususnya perempuan, punya pengetahuan memadai sehingga mereka memiliki daya tangkal untuk menghindari seks pranikah.

"Kami sudah masuk di hampir seluruh sekolah di Indonesia, termasuk juga pesantren-pesantren. Sambutannya sangat bagus," pungkasnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini