Hukum Berat Polisi Salah Tembak di Purworejo

Amril Amarullah, Okezone · Selasa 28 Februari 2012 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2012 02 28 337 583607 6TGlbcS7gE.jpg Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar (kiri)/ foto:okezone

JAKARTA – Kasus polisi salah tembak terjadi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Seorang warga tewas ditembak di rumahnya oleh anggota Serse Polsek Bayan pada Minggu malam kemarin.

Menurut pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, apapun alasannya, apakah itu salah prosedur, sengaja atau tidak, polisi yang bersangkutan harus ditindak tegas, tidak boleh ada hukuman ringan.

“Apalagi sampai polisi itu mencari jalan tengah dengan cara berdamai, Itu harus dihindari pihak keluarga korban,” jelas Bambang Widodo Umar kepada okezone, Senin (28/2/2012).

Karena menurut Bambang, keluarga bisa menuntut balik, apalagi itu sudah masuk pasal pidana. “Sengaja atau tidak, ini tidak bisa disepelekan. Keluarga yang dirugikan bisa menempuh jalur hukum,” terang Bambang.

Kalau sudah begitu, ke depan Polri harus melakukan pengetatan izin penggunaan senjata api. Jangan sampai ada polisi yang belum terampil bisa diloloskan. “Perketat lagi penggunaan pistol, bila perlu lakukan tes kejiwaan,” tuturnya.

Seperti diketahui, Polisi menembak SH (35), warga Desa Jerakah, Kecamatan Bayan, dari jarak dekat, padahal yang dicari polisi adalah adik SH berinisial Si, buronan kasus pencurian berat.

Supriyanto, seorang saksi, Senin (27/2/2012), menuturkan dua polisi datang ke rumah SH untuk menangkap Sl. Saat itu SH sedang menonton televisi. Polisi langsung meringkus SH meski yang dicari sebenarnya adalah Sl.

Seorang polisi menodongkan pistol tepat di leher SH. Korban sudah berusaha menjelaskan kepada polisi kalau yang masuk DPO adalah kakaknya. Namun entah apa yang terjadi, seorang polisi melepaskan tembakan tepat di leher korban hingga tembus ke bagian belakang. SH tewas setelah dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu polisi yang pelaku penembakan yakni Briptu RW kini diamankan di Mapolres Purworejo untuk dimintai keterangan. Hingga pagi ini belum ada keterangan resmi dari Polres Purworejo.

Keluarga korban berharap kasus ini diusut tuntas sesuai prosedur dan tidak memandang bulu.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini