Pemuda Jadi Korban Salah Tembak Aparat

Mustholih, Okezone · Selasa 21 Februari 2012 08:44 WIB
https: img.okezone.com content 2012 02 21 337 579382 Sr9uZME7Dg.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Nahas dialami Noviandi, pemuda berusia 24 tahun ini diduga menjadi korban salah tembak oleh aparat Polres Kota Pontianak, Kalimantan Barat, saat sedang menikmati secangkir kopi di sebuah cafe.

Menurut Suryadi, kakak ipar korban, peristiwa itu terjadi pada Minggu 19 Februari lalu pukul 05.00 Wita. "Dia ditembak dua kakinya. Satu peluru mengenai tempurung kaki kanannya. Dia terancam cacat seumur hidup," kata Suryadi kepada okezone melalui telepon, Selasa (21/2/2012).

Insiden salah tembak ini bermula dari kecurigaan polisi terhadap Noviandi, yang diduga pelaku perampokan terhadap sebuah rumah di Pontianak. Menurut Suryadi, saat itu korban didatangi dua orang polisi tak berseragam dan berniat menggelandangnya ke mapolresta setempat. "Saat mau ditangkap, dia berontak tapi tidak bermaksud lari," kata Suryadi.

Karena berontak, polisi lantas menembak Noviandi dan mengenai tempurung kakinya. Dengan berjalan tertatih-tatih, adik iparnya itu lalu dibawa menuju Mapolresta.

"Noviandi dibawa ke kantor polisi untuk dipertemukan oleh korban perampokan itu. Tapi, korban bilang bukan dia pelakunya. Korban mengaku masih ingat wajah pelaku yang merampok rumahnya itu," ungkap pria yang mengaku menemani Noviandi saat peristiwa salah tembak itu terjadi.

Namun, alih-alih dibebaskan, Noviandi malah dilimpahkan ke Kepolisian Sektor Pontianak Barat. Di sana, Noviandi disangkakan dengan kasus perkelahian. Suryadi mengatakan, Noviandi lalu dibawa polisi ke lokasi kejadian perkelahiannya di Jalan Purnama, Pontianak. "Dia disuruh mengaku. Lalu dia dimasukkan ke dalam Honda Jazz hitam dan ditembak kaki kirinya," kata Suryadi.

Menurut dia, polisi sudah memeriksa Noviandi. Namun yang mengherankan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) Noviandi beralih dari tuduhan perampokan menjadi kasus perkelahian.

Suryadi berniat mendatangi Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalimantan Barat melaporkan dugaan salah tembak tersebut. "Kami mau melapor ke Propam tapi khawatir. Kami berniat mencari keadilan tapi tidak tahu ke mana," kata Suryadi.

Sementara itu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Polda Kalbar maupun Mabes Polri terkait dugaan salah tangkap plus salah tembak ini.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini