Mabes Polri Pantau Kasus Salah Tangkap di Jember

Fiddy Anggriawan , Okezone · Jum'at 17 Februari 2012 17:52 WIB
https: img.okezone.com content 2012 02 17 337 577833 6KptUoQk0u.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Terkait adanya kasus salah tangkap di Jember, Jawa Timur, oleh oknum polisi, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Saud Usman Nasution menyatakan tidak masalah untuk menindak mereka asalkan memang terbukti bersalah.

 

Rahmatullah diduga menjadi korban salah tangkap polisi. Bahkan menurut keterangan Orangtua Rahmatullah, saat ditangkap, yang bersangkutan ditembak dari jarak sangat dekat.

 

Korban salah tangkap tersebut belakangan sudah melapor ke Kontras dan Komnas HAM untuk meminta keadilan akbibat kejadian ini. Namun hingga kini Polri masih belum mendapatkan laporan dari KontraS maupun Komnas HAM.

 

"Nanti kita tunggu perkembangan Kontras, dan dari Komnas HAM untuk mendengarkan bagaimana permasalahannya, kita akan kroscek ke lapangan," ungkap Saud kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (17/2/2012).

 

Ketika ditanyakan apakah para oknum polisi yang melakukan salah tangkap ini akan dipidanakan atau tidak, Saud menjawab masih harus melihat masalahnya secara lengkap.

 

"Kita belum tahu kita melihat masalahnya dulu karena kita masih menunggu laporan dari KontraS dulu, bagaimana ceritanya nanti kita akan kroscek di lapangan karena kita memiliki tim pengawas internal kita disana," lanjutnya.

 

Jenderal bintang dua tersebut juga sedang mencari bukti apakah oknum polisi tersebut benar-benar salah tangkap atau tidak. "Kita akan mencari buktinya, Apakah ada buktinya jika ada pelanggaran atau penyimpangan dari petugas di sana, kita akan proses dan tidak ada masalah," singkatnya.

 

Sebelumnya diketahui ada 2 oknum polisi yang sudah diberikan sanksi akibat kejadian dugaan salah tangkap dengan kurungan 21 hari. "Makanya kita nanti akan melakukan kroscek dulu, apakah langkah-langkah polres ataupun Polda Jawa Timur kepada anggota ini sudah sesuai atau belum. Bisa jadi ada tindak pidana lain, maka akan kita pidanakan yang jelas kita lihat saja dulu," tutupnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini