Presiden Cium Indikasi Penyelewengan Proyek Alutsista

Susi Fatimah, Okezone · Kamis 02 Februari 2012 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2012 02 02 337 568352 1uOr2T5I0w.jpg Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencium adanya dugaan penyimpangan proyek pengadaan alat utama sistem senjata (Alutsista).

"Tetapi, saya minta dihentikan betul praktik-praktik tidak benar. Saya masih mencium godaan-godaan ke arah itu (mark up). Kalau terjadi akan kami beri tindakan tegas, termasuk siapa yang mengajak untuk melakukan penyimpangan-penyimpangan pengadaan alutista," ujar Presiden dalam rapat kabinet terbatas di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Sebab, kata Presiden, selama ini tidak ada praktek penyimpangan dalam pengadaan apa pun. "Alhamdulillah sekarang tidak kita jalankan lagi kultur mark up, kultur kongkalikong dengan perusahaan-perusahaan tertentu sehingga merugikan negara. Kita bertekad jangan lagi ada seperti itu," tutur Presiden.

Pemerintah, sambung Presiden, memberi ruang dan kesempatan kepada siapapun untuk berbisnis di bidang  pengadaan alutista sebagaimana yang dulu terjadi. Namun, bisnis tersebut harus dijalankan dengan baik.

"Jangan ada mark up, jangan lobi sana lobi sini, menggalang sana menggalang sini, akhirnya harga berlebihan, negara dirugikan, jumlah berkurang sehingga kemampuan negara, kemampuan prajurit untuk bertempur menjadi berkurang. Itu prinsip yang harus dipegang teguh," paparnya.

Menyangkut anggaran negara yang dibelanjakan, Presiden juga meminta agar bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Hal ini karena pengadaan alutsista yang telah dianggarkan pemerintah sebesar Rp156 triliun terkesan ditutup-tutupi oleh TNI dan Menteri Pertahanan yang menangani proses pembelian alutsista.

"Jangan isunya digeser ke sana kemari, dan membingungkan semua orang. Jelaskan yang baik, berikan penjelasan yang sejelas-jelasnya," kata Presiden.

Proyek pembelian alutsista sempat ramai dan menuai kontroversi salah satunya adalah rencana pembelian tank Leopard dari Belanda dan pesawat intai tanpa awak buatan Israel.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini