nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dari 33 Provinsi, Hanya Maluku Utara yang Bebas Flu Burung

Ray Jordan, Jurnalis · Kamis 29 Desember 2011 19:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 12 29 337 549096 VC1330KUPH.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Koordinator Unit Pengendali Penyakit Avian Influenza (UPPAI) Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Kesehatan, Mohammad Azhar menyatakan, Provinsi Maluku Utara dinyatakan steril dari serangan virus H5N1 atau yang lebih dikenal dengan penyakit flu burung.

 

"Provinsi yang masih belum ditemukan kasus H5N1 hanya Maluku Utara," ujar Azhar di Gedung Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Kamis (29/12/2011).

 

Sementara itu, wilayah Gorontalo, yang sempat dinyatakan steril, menurut Azhar sudah tidak lagi dikarenakan pada bulan Maret 2011 lalu sudah terjadi penularan virus berbahaya tersebut. "Gorontalo yang sebelumnya masih bebas, sejak Maret 2011 lalu itu sudah tertular," jelasnya.

 

Azhar menerangkan, menurutnya tingkat risiko penyebaran virus H5N1 di Indonesia ini terbagi dalam beberapa tingkatan wilayah. "Jadi ada wilayah yang memiliki risiko tinggi, yang umumnya di Jawa, Lampung, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Sedangkan propinsi selebihnya memiliki risiko sedang," jelasnya.

 

Sedangkan, lanjut Azhar, untuk wilayah Indonesia Timur, seperti Papua dan Maluku memiliki tingkat risiko yang rendah. "Di wilayah Indonesia bagian timur, seperti Papua dan Maluku itu risiko penyebaran rendah dikarenakan populasi unggas yang rendah di sana," jelasnya.

 

Oleh karena itu, Azhar mengatakan bahwa pihaknya terus bekerja secara maksimal dalam upaya meminimalisir penyebaran virus yang berasal dari unggas ini.

 

"Oleh karena itu, pada 2006 lalu, kita ada program semacam tim khusus yang bergerak cepat untuk mengatasi flu burung ini. Mereka memiliki tugas 4 hari dalam sepekan untuk berkeliling ke desa-desa, apabila ada kematian unggas secara mendadak maka tim akan bergerak cepat dan dalam waktu 24 jam tim harus sudah melakukan deteksi atau uji cepat. Dan jika positif terdapat virus H5N1, akan dilakukan isolasi pada unggas yang positif dan sekitarnya dan dilakukan pemusnahan terbatas unggas sesuai dengan SOP," jelasnya.

 

"Dengan demikian penyakitnya dapat dimusnahkan. Dengan semakin tinggi kesadaran maysrakat, maka peluang untuk terjangkit kepada manusia dapat di minimalisir," jelasnya.

 

Sementara itu, menurut Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Kementerian Kesehatan, Rita Kusriastuti, untuk wilayah DKI, yang memiliki risiko tinggi penyebaran virus H5N1 yaitu di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

 

"Karena di kebanyakan unggas yang masuk dari daerah lain ke Jakarta di-pool-kan dulu di Jakarta Timur, sementara wilayah Jakarta Barat kita katakan memiliki risiko yang besar karena dekat dengan wilayah Kabupaten Tangerang yang merupakan episenter dan endemik penyebaran flu burung," jelasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini