KH Syibli: Tanpa Hibah, MUI Berjalan Terseok-seok

Ahmad Dani, Okezone · Kamis 22 September 2011 21:33 WIB
https: img.okezone.com content 2011 09 22 337 505983 jHIddFroMJ.jpg Ilustrasi

SERANG - Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, KH. Syibli E Sarjaya menegaskan, keberadaan dana hibah yang diterima dari Pemerintah Provinsi Banten sangat bermanfaat bagi jalannya program-program organisasi.

"Tanpa dana hibah, mungkin MUI akan berjalan terseok-seok," kata Syibli dalam rilis yang diterima okezone, Serang, Kamis (22/09/2011).

Syibli menjelaskan, sebetulnya keberadaan dana hibah tidak perlu dipermasalahkan, apalagi sampai menjadi isu yang dibesar-besarkan. Sebab, menurutnya, MUI sudah menerima dana hibah dari Pemprov Banten sejak tahun 2002. Sejak itu hingga saat ini, jumlahnya terus mengalami peningkatan, disesuaikan dengan kemampuan APBD yang juga terus mengalami perkembangan.

Dijelaskan, untuk tahun 2011, MUI menerima sekitar Rp 8,4 miliar untuk tahap pertama dan Rp 770 juta untuk tahap kedua. Dari dana hibah tahap pertama, dialokasikan untuk mencetak Al Quran Mushaf Al-Bantani sebanyak 105 ribu eksemplar senilai Rp 7,5 miliar. Kemudian, untuk operasional MUI Kabupaten/Kota masing-masing Rp 10 juta. "Selebihnya untuk biaya operasional," tambahnya.

Sedangkan untuk dana hibah tahap kedua, dialokasikan untuk dana operasional MUI di tingkat kecamatan se-Banten yang jumlahnya mencapai 154 kecamatan. Masing-masing MUI Kecamatan menerima Rp 5 juta. "Secara faktual, MUI Banten hingga tahun ini memang menerima dana hibah dan telah dimanfaatkan seluruhnya untuk kepentingan organisasi dalam menjalankan program-programnya yang sebegitu besar," kata Syibli.

"MUI kecamatan itu hidupnya kempes kembung. Boro-boro punya sekretariat, pengurusnya saja acak-acakan. Sebenarnya dana hibah Rp 5 juta tiap kecamatan itu masih sangat kecil, tetapi dengan adanya dana hibah tersebut, mereka mendapat angin segar, ada gairah baru, ada semangat baru untuk menggarap program," papar Syibli lagi.

Ia memaparkan, bahwa dalam visi dan misi pembangunan Banten di antaranya berisi tentang upaya peningkatan kualitas keagamaan, sesuai dengan target akhirnya adalah "Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Taqwa. Untuk melaksanakan program-program sebesar itu, lanjut Syibli, tidak mungkin bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah provinsi.

"Nah, MUI menggarap program-program dalam rangka mencerdaskan mental spiritual masyarakat, membina kerukunan antarumat, membina akhlakul karimah dan sebagainya yang tidak mungkin bisa diselesaikan oleh pemerintah provinsi," katanya.

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini