nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tiap Tahun Ada Pulau Indonesia yang Tenggelam

Sudarsono, Jurnalis · Minggu 10 Juli 2011 21:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 07 10 337 478145 djqnza8pWh.jpg ist

JAKARTA – Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim mengatakan, tiap tahun pulau di Indonesia tenggelam oleh air laut. Tenggelamnya pulau tersebut karena makin naiknya permukaan air laut.

 

Fenomena itu, kata Emil Salim, juga menimpa pulau-pulau kecil di berbagai belahan dunia. “Kita sangat prihatin dengan tenggelamnya pulau-pulau baik di Indonesia, Vietnam, setiap tahun itu mengalamai bencana,” katanya di sela acara penanaman 14.000 benih tanaman pohon mangrove di sepanjang jalan tol Sedyatmo, Jakarta Utara, Minggu (10/7/2011).

 

Penanaman pohon ini dilakukan sekitar 1.000 relawan asal negara Sakura bersama 500 warga Jakarta. Sehingga dengan demikian, lanjut Emil, perlu diupayakan cara untuk meminimalisir pengaruh perubahan iklim (climate change) yang berakibat pada naiknya permukaan air laut ini dengan menggalakkan penanaman hutan bakau. “Dan kita kerjakan saja tidak usah pidato-pidato,” kritiknya.

 

Menurut Emil, pentingnya melakukan penanaman pohon ini, adalah untuk membendung permukaan air laut yang naik. “Pohon mangrove mampu menahan gelombang air laut,” cetusnya.

 

Diketahui, kegiatan ini sebagai implementasi Yayasan Lingkungan Hidup AEON (AEON Environmental Foundation) Jepang, atas masukan dari Emil Salim saat menerima penghargaan “Biodiversity Green Award” tahun lalu. Ketika itu Emil Salim meminta AEON Environmetal Foundation agar melakukan penanaman pohon di Jakarta.

 

Ketua AEON Environmental Foundation Takuya Okada membenarkan penanaman pohon mangrove yang dilakukan tersebut atas usulan Emil Salim.

 

“Tahun lalu dalam rangka memperingati tahun Biodiversity (Keanekaragaman hayati) Internasional dan 20 tahun berdirinya yayasan, kami telah memberikan penghargaan berskala internasional, yaitu “Biodiversity Green Award” kepada 4 orang yang berprestasi dalam bidang biodiversitas dan salah satunya kepada Bapak Emil Salim. Dan saat itu kami menerima masukan untuk menanam pohon di Jakarta,” ujar Okada.

 

Penanaman pohon ini rencananya dilakukan selama tiga tahun berturut-turut hingga 2013. Yayasan AEON selama ini melakukan penanaman pohon tidak hanya di dalam negeri Jepang, tetapi juga ke berbagai negara di antaranya Kenya, China, Malaysia, Kamboja, Thailand dan Vietnam.

 

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa abad ke-21 adalah abad untuk air dan penghijauan, sedangkan peradaban kuno adalah masa yang mengurangi dan menghabiskan sumber alam ini dan pada akhirnya peradaban tersebut, seperti peradaban Mesir kuno dan Yunai kuno telah menghilang.

 

“Untuk menjaga bumi tetap hijau, sejak didirikannya yayasan ini 1990 sampai sekarang kita telah menanam sebanyak 9,6 juta pohon. Tidak hanya di Jepang, tetapi juga di Kamboja, Vietnam, Malaysia, Kenya dan China,” lanjutnya.

(teb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini