nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gus Solah: Keulamaan Jangan Tergerus Politik

Dadan Muhammad Ramdan, Jurnalis · Kamis 07 Juli 2011 06:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 07 06 337 476834 WxXWjlKxNv.jpg Gus Solah (Okezone)

JAKARTA - Memang tak mudah bagi seorang kiai atau ulama terjun ke kancah politik praktis. Dua hal yang terkadang saling berlawanan. Politikus banyak bicara soal kekuasaan yang kadang harus diraih dengan rekayasa bahkan menghalalkan segara cara.

Sementara ulama harus bicara jujur dan kebenaran, apa yang diucapkan harus sejalan dengan perilaku sehingga menjadi teladan bagi masyarakat. Menurut tokoh agama Salahuddin Wahid (Gus Solah), tidak salah ulama terjun ke dunia politik. Tapi, syaratnya adalah tetap keulamaannya yang harus dikedepankan.

"Politikus ini cenderung omongan tidak sejalan dengan tindakan, tapi ulama tidak bisa begitu. Jadi tidak mudah, seorang ulama itu harus mengedepankan kepentingan umat, bangsa, bukan pribadi atau kelompoknya sendiri," terang dia kepada okezone, Kamis (7/7/2011).

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ini mengatakan, seorang ulama atau kiai yang terjun ke pentas politik harus bisa memegang jati dirinya sehingga keulamaannya tidak tergerus oleh kepentingan politik. Kendati demikian, sulit bagi ulama untuk memberikan warna lain dalam politik nasional saat ini yang sudah pragmatis.

"Semestinya ulama bisa memberikan warna dengan politiknya, bukan politikus yang menjadikan keulamaannya kendor," demikian pesan Gus Solah.

Dia menambahkan, dalam praktiknya sulit bagi ulama yang berkiprah di politik tidak terseret pada arus kepentingan. "Dalam kenyataannya jual-beli suara sudah menjadi praktik umum, termasuk di KPU. Ulama tidak bisa mencegah praktik seperti ini," jelas mantan Ketua PB NU itu.

Saat disinggung kiprah almarhun KH Zaenuddin MZ yang sempat berkiprah di politik, dia mengaku tidak ingin berbicara untuk menilai seseorang. "Saya tidak bicara untuk menilai seseorang. Ini dalam konteks umum. Ulama masuk ke dunia politik tidak salah, tapi yang harus ditonjolkan adalah keulamaannya," kata Gus Solah menegaskan kembali.

Seperti diberitakan, KH Zainuddin MZ tutup usia 60 tahun. Lahir di Jakarta sebagai anak tunggal, buah cinta pasangan Turmudzi dan Zainabun dari keluarga Betawi asli. Masyarakat mulai mengenal ceramah-ceramahnya melalui kaset yang didengar berbagai lapisan masyarakat. Kebiasaannya membanyol dan mendongeng sejak kecil terus berkembang hingga mengantarkannya menjadi Dai Sejuta Umat.

Sejak kecil Zainudin sering berpidato saat masuk Madrasah Tsanawiyah hingga tamat Aliyah di Darul Ma’arif, Jakarta. Zainuddin sempat berkecimpung di dunia politik pada 1977. Dia pernah bergabung di PPP. Kemudian juga pernah menjadi Ketua Umum Partai Bintang Reformasi, kemudian di Gerindra. Alumni IAIN Sarif Hidayatullah itu menyandang gelar doktor honoris causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia.

(ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini