13,5% Kaum Muda Muslim Dukung Poligami

Fitriyah Tri Cahyani, Okezone · Selasa 14 Juni 2011 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2011 06 14 337 468154 5FbJ6j8RdN.jpg Ilustrasi (foto:Ist)

JAKARTA- Sekira 13,5 persen kaum muda Muslim setuju dengan Poligami. Namun, kebanyakan dari yang menyetujui poligami berasal dari kalangan laki-laki muda. Sementara itu, kaum muda perempuan lebih menolak poligami. Sisanya, sekira 86,5% atau mayoritas responden tetap menolak poligami. Dengan demikian praktek poligami belum mendapat tempat di hati kaum muda Muslim.

Kaum muda muslim juga diketahui menolak seks sebelum menikah, mengkonsumsi alkohol atau narkoba.

Hal tersebut terungkap dari survey yang dilakukan oleh Goethe institute dan the Friedrich Naumann Foundation for Freedom bekerja sama dengan Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Merdeka Center for Opinion Research Malaysia.

Survei melibatkan sekira 2.500 kawula muda Muslim berusia 15 hingga 25 tahun dari Malaysia dan Indonesia. Survei dilakukan dengan memberikan pertanyaan tentang nilai-nilai, impian dan idealisme mereka. Di Indonesia, survei melibatkan 1.496 kaum muda dari semua provinsi di indonesia

Menurut Peneliti LSI Burhanudin Muhtadi, kaum muda Muslim diketahui juga tak begitu taat dalam menjalani ibadah agama. “Hanya 28,7 persen dari para responden mengatakan bahwa mereka selalu salat lima waktu setiap hari, sedangkan 59,6 persen selalu berpuasa pada bulan suci Ramadan,” ujar Burhanudin di Jakarta, Selasa (14/6/2011).

11,7 persen responden juga mengatakan bahwa mereka memahami sebagian besar surah-surah dari Al-Quran. “Secara keseluruhan kaum muda yang mengikuti jajak pendapat ini lebih cenderung menjalani ibadah agama bila ada unsur kontrol sosial,” kata Burhanudin.

Sedangkan dalam hasil survei dari kaum Muda muslim di Indonesia dalam segi agama terungkap bahwa kaum muda memandang diri mereka sebagai orang muslim baru.  “Lebih dari 90 persen responden dari Indonesia mengatakan bahwa kepercayaan kepada Tuhan adalah sesuatu yang penting, sedangkan lebih dari 60 persen menekankan pentingnya untuk menjadi orang muslim,” katanya.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini