'Perayaan' Kematian Osama bin Laden Menyakitkan

Muhammad Saifullah , Okezone · Senin 02 Mei 2011 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 02 337 452329 uvqwHiM0hA.jpg

JAKARTA - Rakyat Amerika Serikat bergembira ria menanggapi pidato Presiden Barack Obama tentang tewasnya Osama bin Laden dalam sebuah serangan militer di Pakistan.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Bulan Bintang (PBB) BM Wibowo menilai perayaan seperti ini menyakitkan. Bukan karena dunia mendukung terorisme, tapi karena dilakukan oleh rakyat AS, negara yang menebar teror di berbagai belahan bumi.

“Bahkan bila dijumlah, korban yang dianggap sebagai akibat dari tindakan Osama, belum sebanding dengan korban agresi tentara Amerika Serikat dan sekutunya. Berapa orang ditewaskan tentara AS di Afghanistan, Iraq, Libya? Lalu berapa pula korban tindakan Israel di Palestina yang didukung AS? Amerika Serikat harusnya mawas diri mengapa banyak dimusuhi,” ungkapnya melalui rilis kepada okezone di Jakarta, Senin (2/5/2011).

Terlepas dari kontroversi atas tindakan Osama, sambung dia, keberanian melawan hegemoni dan standar ganda AS diperlukan. Sebab memang tidak ada negara manapun yang melakukan hal itu saat ini, kecuali Iran dan Venezuela dalam skala terbatas.

“Dominasi tanpa kontrol jelas tidak sehat, sebagaimana pemerintah tanpa oposisi.

Bila tidak lagi ada yang peduli terhadap ketimpangan karena superioritas AS, maka bersiap-siaplah untuk menuai kekecewaan lanjutan, terutama di Timur Tengah dan sekitarnya,” tandasnya.

Tewasnya orang nomor satu di jaringan Al Qaeda, Osama bin Laden, membuat jaringan itu justeru semakin eksis.

Pasalnya, jaringan tersebut sudah mengancam, jika Osama bin Laden tewas atau tertangkap, maka Al Qaeda akan menghancurkan reaktor-reaktor nuklir Amerika beserta sekutu-sekutunya, utamanya di wilayah Timur Tengah. (ful)

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini