nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IMM: Aktivitas NII Bikin Masyarakat Resah

M Budi Santosa, Jurnalis · Minggu 01 Mei 2011 13:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 05 01 337 451925 8PuLgoQyuL.jpg

JAKARTA - Belakangan ini kita kembali dihebohkan dengan keberadaan Negara Islam Indonesia (NII). Aksi penculikan dengan metode pencucian otak, jelas-jelas menimbulkan keresahan baru bagi masyarakat.

"Gerakan ini sudah nyata menimbulkan keresahan baru bagi masyarakat bahkan secara serius jika dibiarkan akan mengancam keutuhan NKRI dan menghianati pancasila karena kita mengetahui bahwa Pancasila secara umum merupakan  ideologi dan falsafah kehidupan bangsa Indonesia yang merupakan satu warisan dari para leluhur bangsa Indonesia dan sebagai pengejawantahan kultur dan kondisi bangsa Indonesia. Dengan kemajemukan yang kita  miliki," kata Ketua Bidang Dakwah DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fahman Habibi dalam siaran persnya kepada okezone, Minggu (1/5/2011).

Fahman Habibi mencontohkan aksi  penculikan dengan metode pencucian otak sehingga  membuat korban menjadi linglung  dan lupa segala-galanya, termasuk pada orang tuanya. Sehingga memudahkan  korban untuk dibai’at dan  segera berhijrah  meninggalkan kewarganegaraan yang sah sesuai konstitusi, dan siap berkorban harta jiwa dan raga untuk organisasinya itu.

"Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menilai NII merupakan gerakan yang akan mengancam keutuhan NKRI dan menkhianati Pancasilan layaknya PKI," ujar dia.

Ditambahkannya, NII merupakan gerakan yang merusak citra Islam Indonesia dan merusak aqidah Islam. NII juga merupakan gerakan yang mengganggu stabilitas nasional dan merusak ketertiban dan keamanan di tengah-tengah masyarakat.

"Kami menuntut kepada pemerintah agar bertindak tegas melakukan operasi polisi, intelijen dan militer untuk mengikis habis benih-benih NII di Indonesia dan menyerukan kepada ormas Islam terutama Muhammadiyah dan NU untuk menggalakkan dakwah di berbagai lapisan masyarakat serta memberikan pemahaman islam yang benar agar masyarakat tidak terjerat ke dalam gerakan NII," tandasnya.

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini