FPI: NII Doktrin Islam dengan Paksaan

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Jum'at 22 April 2011 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2011 04 22 337 448917 6CIS45aIur.jpg Bendera Negara Islam Indonesia. (Foto: nii-crisis-center.com)

DEPOK - Setiap orangtua kini merasa khawatir dengan ancaman doktrin Negara Islam Indonesia (NII) yang dapat menyebabkan putra-putri mereka hilang. Tak hanya itu, setiap anggota baru diwajibkan membayar sejumlah uang untuk cuci dosa dan mengikuti pembaiatan.

Menanggapi masalah ancaman NII, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Depok Habib Idrus Al Gadhri menilai penyebaran Islam versi NII sudah salah kaprah. Sebab, kata dia, Islam adalah agama yang disebarkan secara damai bukan dengan paksaan.

"Dengan cuci otak begitu, berarti sudah memaksakan kehendak. Islam tidak dengan paksaan, apalagi sampai harus ada uang cuci dosa," katanya kepada okezone, Jumat (22/4/2011).

Selain itu, kata Idrus, FPI selalu berupaya menegakkan syariat Islam, dan tetap pada falsafah Pancasila. Berbeda dengan NII yang memang hendak membentuk negara Islam versi mereka.

"Mereka ingin membentuk negara Islam versi mereka, intinya kalau dengan cara hipnotis, cuci otak, itu sudah di luar kendali manusia. Tidak boleh memaksa karena semakin meresahkan," tegasnya.

Idrus menambahkan, saat ini FPI masih fokus pada pembubaran ajaran Ahmadiyah. Sehingga belum menelusuri lebih lanjut sepak terjang organisasi NII.

"Kita fokus ke Ahmadiyah, saya belum paham di mana saja penyebaran mereka," tandasnya.

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini