nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UU Keperawatan Solusi Masalah TKI di Kuwait

Muhammad Saifullah , Jurnalis · Selasa 19 April 2011 13:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 04 19 337 447688 2MKmIFC0PS.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Para wakil rakyat di Senayan sudah sejak lama mengetahui persoalan legalitas perawat Indonesia di luar negeri, terutama di Kuwait. Oleh sebab itu mereka sudah merumuskan landasan hukum sebagai solusi masalah tersebut.

“Kami harapkan soal itu akan diatur dalam UU Keperawatan. Sudah masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas). Tapi belum dibahas,” ungkap anggota Komisi Kesehatan dan Tenaga Kerja DPR dr Karolin kepada okezone di Jakarta, Senin (19/4/2011).

Politisi PDIP itu mengungkapkan persoalan legalitas perawat Indonesia di luar negeri telah terjadi sejak lama. Namun belum ada solusinya. Para perawat tersebut tak diakui kemampuannya karena tak memiliki bukti legalitas hitam di atas putih. “Mereka dianggap asisten perawat, karena tak diakui kemampuannya,” bebernya.

Ratusan perawat asal Indonesia di Kuwait tersandung persoalan verifikasi ijazah, mereka pun dianggap sebagai perawat ilegal. Banyak di antara mereka yang sudah dinonaktifkan sebagai perawat karena ijazah mereka dinilai tak berlaku karena dikeluarkan Akademi atau Perguruan Tinggi yang tak tercatat di Pusat Diknakes Kemenkes Republik Indonesia.

"Selain itu, karena kesalahan pemerintah Indonesia dalam menjawab surat diplomatik antar negara maka perawat Indonesia terancam. Tak hanya itu, lambannya respons pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan masalah ini," tulis pembaca okezone, Adityawarman, Senin (19/4/2011).

Dikatakannya, saat ini banyak perawat Indonesia yang dinonaktifkan, tidak digaji serta tidak bisa kembali ke Indonesia. "Kemungkinan besar para perawat tersebut juga terancam pidana karena dianggap memalsukan ijasah," kata pembaca tersebut.

Permasalahan ijazah yang dianggap ilegal sebenarnya telah mencuat sejak awal Januari 2011. Melalui sejumlah jejaring sosial, perawat-perawat di Kuwait telah mengeluhkan permasalahan tersebut.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini