TNI Paksa Jemaah Ahmadiyah Bertaubat

Susi Fatimah, Okezone · Selasa 15 Maret 2011 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 15 337 435006 dKRlxp1dZJ.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin membeberkan kinerja Tentara Nasional Indonesia(TNI) yang turut campur tangan dalam mentaubatkan jemaah Ahmadiyah yang terjadi di 56 Koramil Kodam Siliwangi, Jawa Barat.

Menurut Hasanudin, para anggota TNI tersebut menelusuri desa-desa yang berada di 56 wilayah Koramil di Jawa Barat. Selain itu, Babinsa mendata anggota Ahmadiyah, sehingga perilaku tersebut menimbulkan ketakutan di masyarakat.

Anggota TNI tersebut melakukan pemaksaan pada jemaah untuk keluar dari Ahmadiyah. Kejadian tersebut dilakukan oleh Koramil Cabang Parigi Ciamis dengan mengambilalih paksa imam dan khatib shalat Jumat yang dilakukan Dandim Kota Cianjur hingga membuat jamaah Ahmadiyah memilih mengalah dengan mundur menjadi jamaah. Tidak hanya itu, Babinsa juga meminta data keluarga kemudian memaksa untuk mengikuti ikrar pertaubatan.

"Ini melanggar ketentuan berlaku, tidak sesuai tugas pokok TNI," ujar TB Hasanuddin saat ditemui di Gedung DPR Jakarta, Selasa(15/3/2011).

Menurut Hasanuddin, kejadian tersebut terjadi beberapa saat setelah SK Gubernur Jawa Barat tentang Ahmadiyah keluar. Baginya, yang dilakukan TNI tersebut melanggar Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 Tentang TNI khususnya pasal 7 ayat 2.

Tidak berhenti sampai disana, Hasanudin juga mencari tahu darimana perintah sebenarnya berasal, apakah dari Panglima TNI yang berinisiatif sendiri atau dari Presiden atau bahkan Pangdam Siliwangi.

"Saya melihatnya mereka tidak paham aturan dan menjadi berlebihan, kalau kodam ada perwira rohani, membantu Majelis Ulama Indonesia, tidak berpakaian dinas oke, tapi ini berpakaian loreng-loreng masuk ke desa sama saja kembali ke zaman orde baru," ungkapnya.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini