Bendera Galang Aksi Kembalikan Gas ke Pemerintah

Anton Suhartono, Okezone · Senin 19 Juli 2010 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2010 07 19 337 354155 ottNaGMfW0.JPG (Foto: okezone)

st1:*{behavior:url(#ieooui) }

--> JAKARTA - LSM Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) akan melakukan gerakan mengembalikan tabung gas ke pemerintah. Langkah ini merupakan protes atas maraknya ledakan tabung melon itu di berbagai daerah.

“Nanti kami akan melakukan aksi ini pada 2 atau 3 Agustus 2010, setelah kongres. Kami harapkan akan diikuti kawan-kawan jaringan di daerah,” ujar aktivis Bendera Adian Napitupulu kepada okezone, Senin (19/7/2010).

Aksi ini, lanjutnya, ditargetkan dapat mengumpulkan 1.000 tabung dari masyarakat di Jakarta saja. “Kemarin terakhir baru 300-an. Kami harapkan saat pelaksanaan, dapat terkumpul sampai 1.000 tabung dari masyarakat di Jakarta, baik berisi maupun yang kosong,” tambah Adian.

Dia menjelaskan aksi ini dilakukan sebagai protes terhadap pemerintah yang memaksakan program konversi minyak tanah ke tabung gas. Bendera, katanya, tidak ingin terjebak dengan alasan teknis kualitas tabung atau aksesoris lainnya yang lemah, seperti digembar-gemborkan Pertamina.

“Saya tanya ke korban ledakan tabung gas, 'saya tidak mengerti salah saya. Kok karena saya pakai tabung gas, rumah saya terbakar dan ke mana saya harus menuntut',” ungkap Adian menirukan pernyataan salah satu korban kepadanya.

Dia menuding motif konversi ini lebih kepada kepentingan bisnis.

“Seluruh pengguna tabung gas ada indikasi bisnis. Nilainya puluhan triliun rupiah, tapi yang diberikan gratis hanya 3 juta tabung, dari antara 55 juta sampai 60 juta pengguna. Dengan asumsi satu keluarga dapat satu tabung gas, maka ada 52 juta sampai 67 juga tabung gas yang akan dijual. Kalau per tabung saja Rp10.000, hitung saja berapa keuntungannya,” beber Adian.

Menurutnya, pihaknya tidak akan terjebak dengan kesalahan bersifat teknis, seperti pemasangan, regulator, selang, dan lainnya.

“Ini kesalahan kebijakan pemerintah yang telah mengkhianati sistem ekonomi yang kita pilih. Jika pemerintah konsisten dengan ekonomi pasar, harus berani melempar mintak tanah dan gas ke pasar dan membiarkan rakyat yang memilih,” jelasnya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini