nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MUI: Soal Judi, Jangan Samakan RI dengan Malaysia

Anton Suhartono, Jurnalis · Sabtu 10 Juli 2010 07:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2010 07 10 337 351486 vEuYLqLJe8.jpg Amidhan (Foto: okezone)

JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan, menyatakan dalam hal judi jangan samakan Indonesia dan Malaysia, meski keduanya dianggap negara religius.

Amidhan menuturkan penduduk muslim di Malaysia hampir sama dengan pemeluk agama lainnya, yaitu sekira 55 persen. Sehingga Pemerintah Malaysia juga harus mengakamodasi non-Islam.

Amidhan menilai jika di Indonesia dibedakan antara muslim dan nonmuslim dalam hal judi, nantinya akan menimbulkan dampat baru.

“Pemerintah seperti mantan Gubernur Ali Sadikin, pernah juga membawa ulama ke Malaysia dengan harapan ulama memperbolehkan judi setelah dari sana. Tidak bisa tetap diharamkan. Jika judi khusus untuk non-Islam, kalau di Indonesia nanti diprotes. Hukum dibeda-bedakan. Nanti agama Islam dianggap yang baik, agama lain tidak. Padahal judi juga tidak boleh oleh dalam agama lain,” beber Amidhan.

Lebih lanjut Amidhan menjelaskan dalam Alquran judi disebut sebagai maysir rijsun min amali syaithon, perbuatan buruk yang dihembuskan setan.

“Orang berjudi tidak akan berhenti kayak orang makan kacang. Walau kalah akan pasang terus. Kalau bangkrut pinjam. Kalau tidak bisa rumah digadaikan, akhirnya bisa mencuri, merampok, dan membunuh orang,” ungkapnya.

Mengenai judi dapat mendatangkan pendapatan negara, Amidhan menganggap masih banyak sumber daya yang bisa dikelola dengan baik, untuk mendapatkan uang, bukan dengan mengorbankan moral masyarakat.

“Seperti rokok, dampak buruk juga luar biasa, pertimbangannya karena pajak hingga Rp40 triliun, tapi dampak kerugian dari rokok bisa ratusan triliun. Jadi mudhortonya lebih besar dari manfaatnya, makanya rokok diharamkan. Demikian dengan judi,” jelas Amidhan.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini