Share

Tak Terlibat, Ali Abdullah Divonis 1,5 Tahun Bui

Frida Astuti, Okezone · Senin 28 Juni 2010 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2010 06 28 337 347397 VMCMh0Q2jq.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menyatakan terdakwa Ali Al Khelawi Ali Abdullah tak terbukti mendanai aksi teror di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot pada 2009 lalu.

Kendati, Ali tetap divonis 1 tahun 6 bulan penjara dalam perkara keimigrasian.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Majelis menyatakan terdakwa tidak bersalah dan membebaskan terdakwa dari dakwaan pertama yakni pada pasal 13 huruf a UU pemberantasan tindak pindana terorisme. Mejelis hakim menyatakan terdakwa bersalah pada dakwaan kedua tentang keimigrasian, melanggar pasal 50 UU No 9/1991. Menjatuhi hukuman selama 1 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan," tandas Hakim Ketua Ida Bagus Dwiyantara ketika membacakan vonis, Senin (28/7/2010).

Dakwaan pertama yakni pasal 13 (a) UU terorisme tidak terbukti karena majelis berkeyakinan terdakwa tidak mengenal Syaifuddin Zuhri yang diduga sebagai pelaku pemboman.

Dalam persidangan, Ali mengaku mengenal Saifuddin di Bandara Soekarno Hatta, dan tidak mengenal pekerjaan Saiffudin. Ali hanya meminta Saiffudin menjadi guide-nya selama berada di Indonesia karena Saifuddin pandai berbahasa arab.

Terdakwa juga tidak pernah tahu jaringan teroris, meski terdakwa membenarkan memberikan uang 54 juta untuk berbisnis warnet dengan Iwan, kolega bisnis Ali.

Karena itu, Ali hanya dikenakan dakwaan kedua penyalahgunaan izin tinggal/visa. Vonis tersebut jelas lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 9 tahun bui.

Mendengar vonis hakim tersebut Ali pun lantas bersujud. Dan perwakilan dari Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi yang sejak pukul 13.00 WIB mendampingi Ali selama persidangan langsung langsung menyalami Ali.

(ded)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini