Warga Belanda Korban Bom Marriott Nilai RI Aman

Insaf Albert Tarigan, Okezone · Kamis 18 Februari 2010 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2010 02 18 337 304934 zlV0I2TbYU.jpg Polisi menyisir lokasi ledakan di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: okezone)

JAKARTA - Korban ledakan bom di Hotel JW Marriott asal Belanda, Max Bun, pagi tadi bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  

Max menyatakan harapannya pascakematian Noordin M Top, Indonesia bisa lebih damai dan maju. Max sendiri merupakan korban luka saat ledakan mengguncang Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta Selatan, pada 17 Juli tahun lalu.

 

“Saya berharap Indonesia bisa damai dan maju. Supaya tidak ada korban lagi seperti saya ini,” ungkap Max di Kantor Presiden, Kamis (18/2/2010).

 

Pria yang sudah tinggal di Indonesia selama 5 tahun ini, menyatakan bahwa rakyat Indonesia selama ini tidak mendukung pengeboman. Inilah yang membuat dia bersemangat untuk melupakan insiden itu.

 

“Saya juga terinspirasi dengan rakyat Indonesia untuk coba maju ke depannya. Saya ingin menjadi bagian dari Indonesia,” tutur pria yang bekerja sebagai konsultan bisnis ini.

 

Dia juga mengungkapkan ingin membantu menjaga imej Indonesia, sebagai negara aman. “Indonesia bukan negara bahaya, baik bagi warga Indonesia maupun asing,” ungkap Max.

 

Sementara itu Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, mengatakan pernyataan Max tersebut membuktikan bahwa banyak orang asing yang benar-benar tulus mencinta Indonesia.

 

“Satu poin yang digariskan Presiden dan ini sangat penting. Kita itu bukan momok, bukan ancaman, tapi bagian dari kekuatan, bagian dari sukses, bagian dari masa depan. Saya kira pandangan inilah yang harus kita terapkan dalam hidup, dan Max Bun yang bertahun-tahun di Indonesia adalah internasionalis,” papar Dino.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini