nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajaran Berharga dari Film Balibo Five

Muhammad Saifullah , Jurnalis · Selasa 08 Desember 2009 10:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2009 12 08 337 282750 58D2EcJWPz.jpg wordpress

JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengutuk kebijakan Pemerintah Indonesia melarang pemutaran film Balibo. Film tersebut penting, karena mengandung pelajaran penting tentang tata cara meliput yang baik dan benar bagi wartawan di wilayah konflik.

Karena itu, tidak elok apabila film karya sutradara Robert Connolly itu dilarang diputar di Indonesia. Selain memiliki nilai pendidikan, film Balibo juga memberikan perspektif lain tentang tragedi Balibo Five.

Pendapat AJI tersebut dibenarkan sejarawan LIPI Asvi Warman Adam. Menurut dia, tidak sepatutya Film Balibo dilarang beredar, kaena memiliki nilai edukasi.

Asvi menjelaskan, salah satu penyebab tewasnya lima jurnalis dalam peristiwa Balibo Five karena faktor kecerobohan. "Mereka sudah diperingatkan rekan jurnalis yang sudah terlebih dulu meliput di Balibo, situasinya terlalu berbahaya. Tapi mereka tetap memaksa," ujar Asvi lantas mengingatkan para undangan sebuah sequel dalam film Balibo yang diputar di TIM, Jakarta, Senin (7/12/2009) malam.

Asvi juga mengingatkan, kompetisi antarmedia menjadi salah satu faktor tewasnya Gary Cunningham, Malcolm Rennie, Greg Shackleton, Tony Stewart, dan Brian Peters. Mereka adalah jurnalis dari dua media berbeda yang sama-sama meliput di Balibo.

Kelima jurnalis di atas tewas pada 16 Oktober 1975 di Balibo, wilayah perbatasan RI dengan Timor Timur waktu itu. Pemerintah Indonesia menyatakan mereka tewas setelah terjebak dalam baku tembak antara TNI dengan Fretelin. Versi lain menyebut para jurnalis dieksekusi TNI agar tidak melaporkan detail peyerbuan Indonesia ke Timor Timur.(teb)

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini